21 May 2026 14:50
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer Israel terus berlangsung di Lebanon dan Gaza, Palestina. Korban sipil dilaporkan terus berjatuhan di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap kondisi kemanusiaan dan blokade di Gaza.
Di Lebanon Selatan, tim penyelamat pada Rabu waktu setempat masih berupaya mengevakuasi jenazah korban dari reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel sehari sebelumnya. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 19 orang tewas, termasuk empat perempuan dan tiga anak-anak.
Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 21 Mei 2026, salah satu serangan paling mematikan terjadi di desa Deir Qanun Al-Nahr, Provinsi Tyre, setelah sebuah rumah dihantam dan runtuh hingga menimbun warga di bawah puing-puing. Sebanyak 10 orang tewas.
Militer Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 25 titik infrastruktur milik Hizbullah di Lebanon Selatan. Namun, pihak Israel belum memberikan komentar terkait jatuhnya korban sipil dalam serangan tersebut.
Konflik berkepanjangan itu juga memicu krisis kemanusiaan baru. Lebih dari satu juta warga Lebanon dilaporkan mengungsi meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diperpanjang selama 45 hari.
Sementara itu di Gaza Tengah, militer Israel menghancurkan sebuah rumah empat lantai di Kamp Pengungsi Bureij melalui serangan udara. Warga setempat mengaku menerima peringatan melalui telepon untuk segera meninggalkan area sebelum serangan dilakukan.
Pemilik rumah, Auni Abu Shamala, mengatakan dirinya dan keluarga berhasil menyelamatkan diri sekitar 30 menit sebelum bangunan rata dengan tanah. Namun, mereka kini kehilangan tempat tinggal.