Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan ketersediaan obat antivirus oseltamivir untuk penanganan influenza tipe A di berbagai rumah sakit terpantau aman. Pernyataan ini disampaikan guna merespons keluhan warga di media sosial yang mengaku kesulitan mendapatkan obat tersebut.
Meski stok dipastikan tersedia pemberian oseltamivir tidak bisa dilakukan secara bebas kepada masyarakat luas. Budi menegaskan bahwa peresepan obat ini diawasi ketat dan hanya diprioritaskan bagi pasien dengan gejala berat atau memiliki tingkat komorbiditas tinggi.
Langkah pembatasan tersebut diterapkan berdasarkan anjuran medis guna menekan risiko resistensi atau kekebalan virus terhadap obat.
"Flu itu sebenarnya kalau tanya dokter harusnya dijaga agar sistem imun kita mengatasi itu sendiri. Obat
oseltamivir kita ada di rumah sakit. Cuma ahli juga menyampaikan tidak bisa terlalu sembarangan diberikan karena bisa mengakibatkan resistensi," kata Budi dikutip dari
Headline News, Metro TV, Selasa 29 September 2026.
Ia memperingatkan bahaya jangka panjang dari penggunaan oseltamivir yang tidak sesuai indikasi. Jika virus bermutasi dan kebal terhadap antivirus tersebut maka penanganan jenis flu dengan tingkat keparahan tinggi di masa depan akan menjadi sangat fatal.
"Nanti kalau ada flu yang parah seperti H5N1 zaman dulu obatnya jadi resistan malah meninggal. Jadi pemberiannya mesti benar-benar hanya diberikan ke orang-orang yang sakitnya berat atau komorbiditasnya tinggi," ucapnya.