Mentrans Pelajari Pengolahan Sampah Tiongkok untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi

16 October 2026 15:32

Chongqing: Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan ke Sanfu Environment Group di Chongqing, Tiongkok, untuk meninjau teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Dalam kunjungan tersebut, Iftitah menyebut pengembangan ekosistem waste to energy harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Iftitah menekankan, bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci yang memungkinkan teknologi pengolahan sampah berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, Iftitah mendorong agar kerja sama dengan Tiongkok tidak berhenti pada pengadaan atau penjualan teknologi saja, melainkan juga harus diikuti oleh transfer of knowledge.

Iftitah menegaskan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan di Indonesia agar masyarakat dapat belajar, mandiri dan berinovasi. Sementara pemerintah daerah didorong untuk terus mengembangkan potensi wilayahnya.

"Jadi ketika pejabat pemerintahnya itu mengerti masalah persoalan yang nyata, bagaimana inovasi pengetahuan dan teknologi itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, bertemu dengan masyarakatnya yang terdidik dalam konteks nanti para pekerjanya, maka dari sana bisa kita wujudkan kemajuan di bidang teknologi, termasuk soal pengolahan sampah,"ujar Iftitah, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Jumat. 16 Oktober 2026. 

Selain meninjau teknologi pengolahan sampah, Iftitah juga mempelajari model pengembangan kawasan berbasis riset dan teknologi pertanian sebagai referensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi Indonesia. Pendekatan ini dinilai penting agar pengembangan wilayah sesuai dengan potensi lahan dan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya ke Chongqing Academy of Agricultural Sciences, Iftitah juga melihat penerapan riset pertanian dan peternakan. Termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sistem akuaponik, serta penelitian tanah untuk menentukan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan.

Menurutnya, pengembangan kawasan perlu didasarkan pada riset dan pengetahuan agar tidak berjalan tanpa perencanaan yang jelas.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baru itu harus berdasarkan riset, harus berdasarkan pengetahuan. Karena kalau tidak, itu akan sporadis,” ujar Iftitah.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X