22 April 2026 16:38
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya yang mengkoordinir Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer reguler, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS)- Israel. Iran tidak akan ragu menyerang dengan kekuatan penuh jika kedua negara tersebut melancarkan agersi ke wilayah Iran.
Zolfaghari menyampaikan itu di tengah upaya diplomasi yang dilakukan oleh Pakistan untuk menjembatani agar AS dan Iran pada perundingan jilid kedua. Menariknya, pernyataan komando gabungan Iran ini muncul hampir bersamaan dengan pengumuman Presiden AS Donald Trump, terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
Dia menekankan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran kini berada dalam kondisi kesiapan penuh. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan militer yang menargetkan kedaulatan Iran akan berujung pada balasan yang mematikan.
"Jika terjadi agresi dan tindakan apa pun terhadap Iran, maka angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera menyerang target yang telah ditentukan dengan kekuatan penuh, dan memberi pelajaran kepada AS yang agresif serta rezim Zionis pembunuh anak-anak dengan lebih keras dari sebelumnya," kata Zolfaghari, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 22 April 2026.