Demi Bertahan Hidup, Penambang Emas di Kongo Tetap Bekerja di Tengah Wabah Ebola

24 August 2026 09:02

Di tengah ancaman wabah Ebola, penambang emas di wilayah Timur Republik Demokratik (RD) Kongo tetap bekerja. Mereka mengaku terpaksa bekerja demi membeli kebutuhan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga meski takut tertular. 

Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Senin, 24 Agustus 2026, para penambang emas di daerah Iga-Barrière hanya mampu menghasilkan beberapa dolar perhari. Para penambang di wilayah ini sebagian merupakan warga yang mengungsi akibat konflik. 

Guna meringankan kondisi ini, para penambang meminta pemerintah dan organisasi kemanusiaan setempat untuk menyediakan pusat perawatan Ebola di dekat lokasi tambang.  Mereka menyebutkan jika pasien sering meninggal dalam perjalanan saat dievakuasi ke Kota Bunia.
 


Permintaan ini juga menimbang aktivitas penambangan yang mengharuskan pekerja untuk berpindah wilayah. Kondisi ini semakin menyulitkan upaya pengendalian Ebola, termasuk upaya melacak orang yang telah terpapar.

Hingga 18 Agustus 2026, tercatat lebih dari 5.200 kasus Ebola telah terkonfirmasi dengan jumlah korban tewas mencapai sekitar 2.400 jiwa. Ironisnya, sekitar 62 persen dari total kematian tersebut justru terjadi di luar pusat perawatan. Banyak pasien yang akhirnya meninggal dunia di rumah atau lingkungan tempat tinggalnya tanpa sempat mendapatkan penanganan medis khusus.

Merespons krisis darurat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengalokasikan 70.000 dosis vaksin Ervebo untuk Kongo. Sebanyak 50.000 dosis diprioritaskan bagi tenaga kesehatan dan petugas garda terdepan, sementara 20.000 dosis sisanya akan digunakan untuk keperluan uji klinis fase ketiga.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X