4 July 2026 17:20
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan guna mengatasi kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Langkah strategis ini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2026.
Rekayasa cuaca ini diambil sebagai langkah tambahan untuk mempercepat pemadaman api di kawasan TPA tersebut. BNPB sendiri telah menyiapkan dua unit armada TMC yang siap dioperasikan setelah mendapatkan rekomendasi teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang serta jalur udara. BNPB telah mengerahkan helikopter untuk melakukan prosedur water bombing di titik-titik api permukaan.
Baca Juga :
Tak hanya mengandalkan air dari udara, BNPB bersama Kementerian Lingkungan Hidup juga menerapkan metode inovatif berupa injeksi pipa air. Metode ini dilakukan dengan memasukkan pipa air langsung ke dalam tumpukan sampah untuk menjangkau titik api terdalam yang selama ini sulit ditembus oleh pemadaman konvensional.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, saat meninjau lokasi menjelaskan bahwa pelaksanaan hujan buatan sangat bergantung pada kondisi alam.
"Dari pemadamannya itu sendiri, dari airnya, kita sudah mencoba beberapa hal ya, ada water bombing dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) nanti akan dilakukan. Tetapi OMC ini kan menunggu awan, dan awannya ini belum ada," ujar Diaz dalam program Headline News Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, diprediksi akan muncul awan hujan tipis pada esok hari, yang memungkinkan tim untuk memulai operasi modifikasi cuaca.
"Kemungkinan dari BMKG tadi bahwa besok kemungkinan akan ada hujan tipis-tipis, sehingga dimungkinkan untuk melakukan OMC besok," tambahnya.