10 April 2026 21:25
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa militer Israel akan terus melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas dan pemulihan keamanan di wilayah Israel Utara sepenuhnya terjamin.
Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menepis isu mengenai adanya gencatan senjata dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa pasukan Israel akan terus menghantam kekuatan Hizbullah dengan intensitas tinggi hingga warga di perbatasan utara dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.
"Saya tegaskan, tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai keamanan kalian (warga Israel Utara) kembali," ujar Netanyahu.
Meski tetap berfokus pada operasi militer, Netanyahu mengumumkan bahwa dirinya telah memberikan lampu hijau bagi Kabinet Israel untuk memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Keputusan ini diambil menyusul adanya permintaan berulang dari pihak Lebanon untuk membuka komunikasi jalur damai.
"Saya menginstruksikan dalam rapat kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon guna mencapai dua tujuan: pertama melucuti senjata Hizbullah dan kedua, perjanjian perdamaian bersejarah dan berkelanjutan antara Israel dan Lebanon," papar Netanyahu.
| Baca juga: Posisi Lebanon dalam Gencatan Senjata Berubah Usai Trump Hubungi Netanyahu |