26 October 2026 19:28
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan klaimnya atas kepemilikan AS terhadap Greenland. Trump menyebut AS telah menandatangani perjanjian dengan Denmark yang memberinya hak atas wilayah strategis di kawasan Arktik tersebut. Namun, klaim tersebut muncul di tengah status Greenland yang masih berada dalam wilayah Kerajaan Denmark.
Dalam pidatonya di Michigan, Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan terkait Greenland yang menurutnya belum banyak diberitakan media. Ia menyebut kesepakatan ini berlaku tanpa batas waktu serta mengklaim AS memiliki hak atas wilayah tersebut.
"Kita telah mendapatkan Greenland. Kita telah menandatangani persetujuan atas wilayah tersebut dua minggu yang lalu, tetapi terlalu sedikit media yang memberitakannya. Padahal kita telah mendapatkan Greenland, bekerja sama dengan Denmark. Kita menandatangani perjanjian dengan baik, dengan pengacara yang hebat, dan tidak ada batas waktu," ujar Trump, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Senin, 26 Oktober 2026.
"Kritik menyebut saya akan berperang dengan Eropa, saya akan berperang dengan Denmark. Ya ampun, orang-orang ini buruk sekali. Namun, kita sudah menandatanganinya. Intinya, kita membelinya. Kita memiliki semua hak yang mungkin dimiliki, dan itu hebat," tegas Trump.
Sebelumnya, pada 22 September 2026 lalu, Trump bersama pemimpin Denmark dan Greenland menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dan pertahanan di kawasan Arktik. Perjanjian ini membuka peluang perluasan fasilitas militer AS di Greenland, tetapi tidak memindahkan kedaulatan wilayah tersebut dari Denmark kepada Washington.