Zulhas Tegaskan Komitmen Pemerintah Sejahterakan Kehidupan Nelayan dengan KNMP

15 October 2026 13:08

Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut tingkat kesejahteraan nelayan Indonesia masih rendah. Zulhas menyoroti kesejahteraan yang rendah sejalan dengan nilai tukar nelayan sebesar 103 sehingga nelayan rentan dieksploitasi oleh tengkulak dan kalah saing dengan nelayan asing.

Mengatasi permasalahan tersebut, Zulhas menyebut pemerintah berencana membenahi kehidupan sekitar 3,2 juta nelayan di Indonesia melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), balai lelang, bengkel perahu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, cold storage, hingga koperasi.

"Tahun ini dan tahun depan fokus kepada nelayan. Kita akan bikin kampung. Di mana ada nelayan, di situ kita bikinkan. Di situ ada balai lelang, kita buatkan di situ bengkel untuk perahu-perahunya. Kita bikin SBBN untuk solarnya di situ. Kita bikin pabrik es agar dia punya daya tawar yang tinggi. Kita bikin cool storage di situ. Kita bikin kampung nelayan di situ agar bisa market-nya lebih luas, kita bikin koperasi," ujar Zulhas, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.

Zulhas juga menyoroti permasalahan kekayaan laut Indonesia yang kerap dinikmati oleh negara asing. Zulhas menegaskan potensi laut Indonesia yang besar harus dinikmati nelayan lokal agar ikan di perairan Nusantara tidak terus dijamah oleh kapal asing seperti dari Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan Jepang.

"Kalau nelayan kita lemah, laut kita yang kaya itu siapa yang ambil ikannya? Nelayan yang kuat. Siapa nelayan yang kuat? Dari Thailand, dari Tiongkok, dari Vietnam, dari Jepang. Diambil ikan kita. Rp250 triliun 1 tahun kerugian kita karena kita lemah," tegas Zulhas.

Zulhas menegaskan permasalahan ini harus segera dibenahi untuk mendukung kesejahteraan nelayan lokal sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi laut Indonesia bagi masyarakat dalam negeri.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X