Polda Banten Siapkan Trauma Healing bagi Penumpang KMP Batu Mandi

21 October 2026 13:25

Tangerang: Polda Banten menyiapkan layanan trauma healing bagi penumpang KMP Batu Mandi yang terdampak kebakaran di perairan Pelabuhan Merak, Banten. Langkah ini dilakukan untuk membantu penumpang yang mengalami trauma setelah menyelamatkan diri dari kebakaran kapal.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan layanan trauma healing telah disiapkan sejak malam setelah insiden. Kepolisian juga memprioritaskan keselamatan penumpang dan memastikan mereka mendapatkan fasilitas untuk melanjutkan perjalanan hingga tujuan.

“Fokus kita saat ini adalah penyelamatan terhadap penumpang. Penumpang sudah kita berikan fasilitas terbaik untuk sampai di tujuan. Yang kedua, tadi malam juga kita menyiapkan trauma healing kepada penumpang,” kata Maruli dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026. 

Selain pendampingan psikologis, Polda Banten membuka posko pengaduan di Dermaga VI Pelabuhan Merak. Posko tersebut melayani pendataan penumpang sekaligus pengurusan surat kehilangan bagi mereka yang kehilangan barang berharga atau dokumen penting akibat kebakaran.

Maruli mengatakan, layanan surat kehilangan disediakan langsung di lokasi agar penumpang yang kehilangan dokumen identitas dapat segera mengurus administrasi yang diperlukan.

“Tadi malam Polda Banten juga menyiapkan layanan surat kehilangan di tempat, di dermaga tersebut. Jadi, apabila ada penumpang yang merasa kehilangan, terbakar mungkin surat-surat data diri, tadi malam kami siapkan langsung surat kehilangan jadi di tempat,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga menginformasikan bahwa ASDP telah menyediakan layanan pusat panggilan atau call center yang dapat dihubungi penumpang untuk memperoleh informasi mengenai barang-barang mereka maupun hal lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab kebakaran KMP Batu Mandi masih berlangsung. Maruli menyebut kepolisian akan meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk kru kapal dan pihak yang berkaitan dengan sistem pelayanan serta keamanan pelayaran.

“Yang pasti, segala informasi, baik itu siapa yang melihat, mengetahui, mendengar, atau siapa pun itu, namun yang pasti kami akan memintai keterangan termasuk dari kru kapal yang ada di TKP, termasuk juga sistem pelayanan keamanan pelayaran, nanti kita akan mintain keterangan,” kata Maruli.

Ia menegaskan, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran maupun memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian. Kemungkinan kerusakan mesin juga akan ditelusuri dalam proses penyelidikan.

“Kita akan telusuri apakah memang ada kelalaian atau tidak, atau memang ada faktor kerusakan mesin, nanti yang akan kita sampaikan. Di awal kami belum bisa menyampaikan hal tersebut,” ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X