Dari Selat Hormuz Berdampak ke Harga-Harga di Warung

5 March 2026 08:28

Jakarta: Ketegangan di Timur Tengah memicu penutupan Selat Hormuz, yang langsung berimbas pada lonjakan harga minyak dunia. Dampaknya terasa hingga Indonesia, dengan meningkatnya harga BBM, melemahnya nilai rupiah, serta tekanan pada anggaran negara. Pemerintah mengantisipasi dengan kebijakan pengalihan pasokan energi. 


Pergerakan harga minyak dunia


Dampak penutupan selat Hormuz mulai terlihat pada awal Maret 206. Harga minyak dunia jenis brent pada 1 Maret sekitar USD79-80/barel melonjak sekitar 10% dibanding harga sebelumnya. Sementara pada 2 Maret sempat menyentuh USD82,37/barel, dan pada 3 Maret harga minyak dunia di kisaran USD82-82/barel.

Dampak APBN


Penutupan Selat Hormuz juga berpengaruh pada APBN. Pemerintah sebenarnya telah mematok harga minyak asumi misalnya sekitar USD70/barel, sebagai dasar perhitungan anggaran.

Masalahnya, jika harga minyak naik di atas asumsi, keuangan negara langsung ikut terbebani. Setiap kenaikan USD1/barel di atas asumsi APBN, beban belanja negara diproyeksikan bertambah Rp10,3 triliun. Dan jika harga minyak mencapai USD100-120/barel, tambahan beban negara bisa mencapai Rp515 triliun.

Berdampak ke ekonomi dalam negeri


Kenaikan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada angka-angka ekonomi, namun juga ke kehidupan sehari-hari. Dari sisi negara kenaikan harga minyak berdampak pada APBN yang tertekan, harga-harga naik (inflasi), daya beli turun, dunia usaha terdampak, dan risiko sosial dan politik.


Berdampak ke nilai tukar rupiah


Dampak kenaikan harga minyak dunia juga ikut menggoyang nilai tukar rupiah. Hal ini karena impor minyak makin mahal. Seperti diketahui, Indonesia masih mengimpor minyak dengan dolar AS, sehingga permintaan dolar naik yang berdampak pada rupiah yang tertekan.

Dampak lainnya juga pada deficit perdagangan yang bisa melebar. Jika nilai impor energi naik tapi ekspor tidak ikut naik, maka neraca perdaganan memburuk, sehingga investor bisa kurang percaya, yang berdampak pada rupiah yang melemah.

"Kami ambil alternatif terjelek sekenarionya Sekarang ini crue dari Timur Tengah Sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Sumber: Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)