6 Gunung Api di Indonesia Erupsi di Akhir Agustus

3 September 2026 08:22

Jakarta: Ada 6 gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan pada 31 Agustus 2026.  Aktivitas vulkanik ini terjadi di sejumlah wilayah mulai dari Sumatra, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, sampai Maluku Utara. 


Sebaran enam gunung api


Pada 31 Agustus 2026 ada 6 gunung api yang tercatat mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu yang beragam. Yang pertama Gunung Sinabung, di Sumatra Utara, menjadi salah satu yang memiliki kolom erupsi tertinggi mencapai 3.500 meter. Kemudian di Jawa Timur ada Gunung Semeru, erupsi dengan kolom abu mencapai 900 meter dan tercatat mengalami 4 kali erupsi.

Sementara itu ada juga Gunung Ili Lewotolok yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kolom abunya terpantau mencapai 700 meter dan Gunung Ibu di Maluku Utara mencapai 600 meter kolom abunya dan erupsi tercatat terjadi 6 kali. Erupsi ternyata juga terjadi pula di Gunung Lewatobi Laki-Laki di Flores Timur. Sementara yang di paling dekat dengan Pulau Jawa ada Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Gunung Sinabung


Gunung Sinabung erupsi pada pukul 10.17 waktu Indonesia Barat. Terpantau kolom abu sampai kurang lebih setinggi 3.500 meter. Gunung Sinabung lokasinya kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut. Dari pantauan PVMBG, abu berwarna hitam dan intensitasnya cukup tebal bergerak ke arah Timur dan Tenggara sehingga statusnya naik menjadi level siaga.

Rekomendasi untuk masyarakat


Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan untuk masyarakat terkait erupsi Sinabung. Yang pertama desa yang ada di radius 3 kilometer dari puncak untuu direlokasi. Kemudian kurang lebih radius 4,5 kilometer sektor selatan Tenggara tidak boleh ada aktivitas.

Masyarakat juga harus mewaspadai ada potensi bahaya lahar di sungai yang berhulu di Gunung Sinabung. 

Dampak erupsi Sinabung


Erupsi Gunung Sinabung juga mengganggu aktivitas penerbangan di Sumatra Utara. Di Bandara Kualanamu total 55 penerbangan yang dibatalkan. Selain itu ada 2.451 warga dievakuasi. Saat ini sudah dalam tahap evakuasi untuk 2 desa yang masuk ke dalam zona berbahaya. Semua aktivitas wisata di sekitar Gunung Sinabung juga dihentikan sementara dengan alasan untuk alasan keselamatan masyarakat dan juga wisatawan.

Mengapa bisa mengalami erupsi bersamaan?


Karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang menjadi salah satu zona vulkanik paling aktif di dunia. Kondisi inilah yang berkaitan dengan pertemuan dan juga pergerakan lempeng-lempeng bumi. Dan proses tektonik ini membentuk zona subduksi yang memicu terbentuknya magma dan juga aktivitas gunung api.

Indonesia punya ratusan puluhan gunung api aktif. Tercatat ada sekitar 127 gunung api aktif di Indonesia. Dan aktivitas erupsi bisa terjadi di berbagai wilayah dalam periode yang berdekatan.

Namun erupsi yang terjadi bersamaan itu tidak serta-merta. Artinya satu erupsi bisa memicu erupsi gunung lainnya. Masing-masing gunung punya karakteristik sistem magma yang berbeda-beda.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau seandainya gunung tersebut dalam radius yang sangat dekat punya satu saluran magma yang sama maka satu erupsi bisa memicu erupsi gunung yang lain yang ada di dekatnya.

Imbauan bagi masyarakat


Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik, masyarakat di sekitar gunung api diminta untuk tetap tenang, tapi harus meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat harus mematuhi radius bahaya yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Kemudian gunakanlah masker pada saat terjadi hujan abu. Ini untuk melindungi sistem pernafasan. Kemudian harus mengikuti perkembangan dari PVMBG, Badan Geologi dan juga BPBD setempat.

Masyarakat harus tetap update apapun aktivitas gunung api di tempat Anda berada saat ini. Dan harus segera melakukan evakuasi kalau seandainya ada arahan dan juga peningkatan status dari gunung api di tempat Anda berdomisili atau beraktivitas saat ini.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X