Menristekdikti Malam-malam Dipanggil Prabowo, Ada Apa?

Kautsar Widya Prabowo • 16 January 2026 07:28

Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Januari 2026 malam. 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan agar percepatan hilirisasi mineral kritis, khususnya logam tanah jarang (rare earth), segera dilakukan.

“Presiden mengarahkan agar proses ini dipercepat. Teknologinya harus segera kita kuasai, sehingga kandungan mineral kritis, salah satunya rare earth, bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Brian usai pertemuan.

Pengembangan mobil nasional


Selain hilirisasi mineral kritis, rapat yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut juga membahas wacana pengembangan mobil nasional (mobnas). Menurut Brian, logam tanah jarang menjadi salah satu material strategis yang akan digunakan dalam industri kendaraan nasional, khususnya kendaraan listrik.

“Salah satu aplikasinya adalah untuk NDPR, yaitu bahan magnet permanen yang sangat dibutuhkan dalam kendaraan listrik,” jelas Brian. Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa. Keterlibatan BPI Danantara diharapkan dapat mempercepat hilirisasi logam tanah jarang, terutama dalam menjalin kerja sama teknologi dan investasi dengan mitra luar negeri.

“Bagaimana hilirisasi rare earth ini bisa segera diwujudkan, termasuk kerja sama teknologi dengan luar negeri jika memang kita belum sepenuhnya menguasai. Namun, riset dan pendalaman harus segera dilakukan agar Indonesia memiliki industri logam tanah jarang dari hulu hingga hilir,” pungkas Brian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)