13 June 2026 17:44
Jakarta: Club Corat-Coret, salah satu komunitas di Jakarta yang hadir sebagai ruang inklusif bagi siapa saja yang ingin berinteraksi melalui media gambar. Komunitas ini tidak menerapkan sistem workshop yang kaku, agar peserta bebas berkreasi tanpa adanya batasan.
Belajar teknik menggambar dilakukan melalui proses berbagi antaranggota secara organik. Berbeda dari kegiatan rutin di Taman Ismail Marzuki setiap dua minggu sekali, pada Minggu sore. Kali ini, Club Corat-Coret menggambar di dalam kereta MRT.
Peserta diajak melakukan commuting sambil menggambar penumpang lain dari stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Menggambar di ruang publik yang sibuk menuntut kecepatan ekstra dari para peserta.
"Jujur untuk pertama kali ini Club Corat-Coret ngadain di stasiun MRT. Di dalam kereta MRT ini punya tantangan yang unik banget dan punya tantangan yang kita butuh menggambar yang presisi dengan waktu yang terbatas. Ditambah lagi dengan, aduh ini nggak tahu nih penumpangnya turun di mana, dan bisa aja tiba-tiba keluar dan gambarnya belum selesai," kata Founder Club Corat-Coret Yohanes Ginting, dalam program Metro Community, Sabtu, 13 Juni 2026.
Meskipun tantangannya sulit, para peserta semangat mengikuti kegiatan yang unik ini. Mereka bisa menggambar secara langsung, sehingga dapat menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi para peserta.
"Jujur lumayan sih, karena kita agenda hari ini tuh kayaknya bakal ngegambarin penumpang di mana ini tuh lebih ke urban sketching sebenarnya. Cuman aku ya lumayan tertantang sebenarnya," kata Septyan, anggota Club Corat-Coret.