Program MBG Sasar SLB di Jakarta, Tata Kelola Disesuaikan Kebutuhan Siswa

29 October 2026 16:39

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi generasi muda tidak hanya menyasar siswa di sekolah negeri dan swasta, melainkan juga menyasar siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 9 Jakarta Utara. 

Pelaksanaan MBG di SLB tersebut disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Mulai dari variasi menu, tekstur, dan porsi makanan, hingga penggunaan wadah makan yang mendukung kenyamanan siswa saat menyantap makanan. Penyesuaian penting untuk dilakukan mengingat siswa berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang beragam, termasuk dalam respons terhadap jenis makanan tertentu.

Kepala SLB Negeri 9 Jakarta Utara, Husnul Hotimah menyebut pihak sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menentukan menu yang akan diberikan kepada siswa, termasuk mempertimbangkan sensitivitas sebagian anak.

Menu yang diberikan juga beragam. Mulai dari makanan tradisional hingga internasional sehingga dapat menambah wawasan para siswa tentang menu makanan.

"Karena kan di SLB 9 ini kan mayoritas kan menengah ke bawah ya, jadi mungkin menu-menu yang sehari-hari yang seperti itu aja. Tapi dengan adanya MBG di SLB 9 itu anak-anak jadi bertambah wawasannya tentang menu-menu," ujar Husnul, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Hadirnya program MBG di SLB Negeri 9 Jakarta Utara juga disambut antusias oleh sejumlah siswa. Siswa mengaku senang karena kini lebih mudah mendapatkan makanan di sekolah.

"Lebih gampang dapat makanan, jadi nggak usah ke kantin lagi," kata Siswa SLB Negeri 9 Jakarta Utara, Bill Hadiwijaya.

Bill berharap program MBG dapat terus dilanjutkan di SLB Negeri 9 Jakarta Utara agar dirinya tidak lagi kesulitan memperoleh makanan. 

"Karena kalau enggak MBG, susah entar nyari makannya," jelas Bill.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah penerima manfaat MBG mencapai 57,8 juta orang per 15 Oktober 2026. Seiring dengan perluasan program, penguatan tata kelola menjadi hal penting, mulai dari kualitas dan keamanan pangan, ketepatan penyaluran, hingga penyesuaian menu dengan kebutuhan penerima manfaat. 

Pelaksanaan MBG di SLB Negeri 9 Jakarta Utara menjadi bukti pentingnya pendekatan inklusif dalam pemenuhan gizi anak. Penyesuaian makanan, pendampingan guru, serta koordinasi dengan penyedia menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat dirasakan oleh seluruh siswa.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X