20 May 2026 11:52
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufikurahman menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di DPR menjadi sinyal positif bagi pasar. Sebab, sosok Kepala Negara yang langsung memberikan arah kebijakan ekonomi dinilai lebih pasti dan pro pasar.
"Jadi tentu market akan melihat ya atau sentimen market akan melihat dengan kehadiran Presiden langsung dan juga kemudian menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal 2027 dan juga kerangka ekonomi makro, maka ini tentu akan memberikan kondisi memperkuat. Dan tentu akan banyak asumsi-asumsi yang saya kira ditunggu oleh para pelaku ekonomi gitu ya dan juga tentu ini menunjukkan apa? Menunjukkan adanya kepastian kemudian juga realistis dan pro pasar," kata Rizal dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 20 Mei 2026.
Lebih lanjut, Rizal memberikan beberapa catatan yang harus diperhatikan pemerintah. Pertama terkait dengan kredibilitas asumsi yang masih menjadi sorotan utama.
"Pasar akan melihat apakah asumsi makro ekonomi, kurs, harga minyak mentah, pertumbuhan ekonomi, katakanlah penerimaan negara ini cukup realistis nggak ya di tengah tekanan global yang masih sangat tinggi. Misalnya saat Rupiah berada di posisi jauh dari asumsi makro APBN 2026 dan juga harga minyak yang tajam. Maka risiko pelebaran subsidi energi dan defisit juga tetap besar," katanya.
Rizal menyoroti ruang fiskal pemerintah yang dinilai semakin sempit akibat tekanan belanja negara, subsidi energi, serta meningkatnya beban bunga utang. Menurutnya, pemerintah harus menjaga kepercayaan investor agar biaya utang tidak semakin mahal.
"Jadi dalam kondisi defisit dengan katakanlah yield SBN tinggi kemudian pemilikan asing di pasar obligasi juga kian menurun, maka pemerintah harus menjaga kepercayaan investor agar biaya utang tidak semakin mahal," tutur Rizal.
Rizal menekankan pentingnya konsistensi antara ekspansi program-program prioritas dengan kebijakan fiskal yang menyertainya. Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini tidak hanya menyoroti besarnya skala sebuah program, melainkan lebih fokus pada aspek fundamental seperti sumber pembiayaan, efektivitas anggaran, serta keberlanjutan fiskal dalam jangka menengah. Terlebih sensitivitas pasar yang sangat tinggi terhadap isu-isu anggaran, Rizal menilai kejelasan dalam poin-poin pembiayaan tersebut menjadi faktor kunci yang sangat krusial.