30 April 2026 15:21
Jakarta: Kecelakaan Kereta Api (KA) di Bekasi Timur menjadi pukulan berat bagi sektor transportasi nasional setelah menimbulkan banyak korban. Kini, publik menanti langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Insiden yang terjadi pada Senin lalu itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Pascakecelakaan petugas terkait segera melakukan evakuasi menyeluruh serta uji coba sistem operasional sebelum memulihkan kembali aktivitas di jalur tersebut. Kini Stasiun Bekasi Timur telah kembali digunakan seperti semula.
Kronologi kejadian tabrakan di Stasiun Bekasi Timur
Ada dua peristiwa yang terjadi dengan jeda waktu yang cukup lama. Peristiwa pertama ini bermula ketika KRL, relasi Bekasi-Cikarang tertemper sebuah taksi hijau yang terhenti di tengah perlintasan sebidang di Bula Kapal. Benturan ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta karena upaya sterilisasi. Termasuk KRL berikutnya dengan tujuan yang berlawanan yang mengarah ke Cikarang menjadi tertahan di stasiun Bekasi Timur.
Kemudian, situasi yang belum sepenuhnya terkendali ini berubah menjadi tragedi, di mana peristiwa kedua ini terjadi setelah jeda kurang lebih sekitar 30 hingga 50 menit. Kereta api Argo Bromo Anggrek, relasi Jakarta-Surabaya melaju di jalur yang sama dan menabrak bagian belakang KRL arah Cikarang. Benturan keras itu tidak terhindarkan, akibatnya gerbong KRL khusus perempuan ini mengalami kerusakan yang sangat parah.
| Baca Juga: Kronologi Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur |