Terobosan Baru Format AHWA NU Kembalikan Wibawa Musyawarah pada Kiai

1 September 2026 15:11

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), melalui sembilan ulama sepuh yang dipercaya untuk bermusyawarah secara tertutup dalam menentukan Rais Aam sekaligus memilih sosok ketua umum (ketum). Mekanisme ini merupakan terobosan baru dalam pemilihan pimpinan PBNU.

Perubahan format ini disebut merupakan upaya untuk mengembalikan wibawa kepemimpinan NU kepada musyawarah para kiai, alih-alih mengandalkan perdebatan suara di forum yang rawan dipolitisasi. Sebab, pelaksanaan Muktamar NU sebelumnya sering molor berhari-hari akibat perdebatan di ruang sidang maupun negosiasi politik di belakang layar.

Perubahan mekanisme dalam pemilihan pimpinan di NU membuat KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, harus mampu merangkul semua pihak dan mengajak mereka secara bijak. Keduanya harus berani mengatakan tidak bagi pihak-pihak luar yang hendak memanfaatkan NU sebagai komoditas politik jangka pendek.

Politik NU sendiri berkompetisi di ranah politik kenegaraan, politik kebangsaan, dan politik keumatan. Para pemimpin di PBNU harus mampu  menjaga ambisi kekuasaan agar NU tetap memiliki legitimasi moral kuat sebagai kompas keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

"Jangan sampai kita membangun dengan pembangunan yang luar biasa, megah, tanpa ada nilai ibadah. Semua yang kita lakukan harus bernilai ibadah. Inilah ayat yang menjadi dasar program di awal abad yang kedua ini, ya," ujar Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 1 September 2026.

Pada abad kedua ini, NU juga bertekad untuk menggalang persatuan, ukhwah dan persaudaraan demi Indonesia yang lebih baik.

"Kita modal Qanun Asasi, kita menggalang persatuan, kita menggalang ukhuwah, persaudaraan, kita bisa menjadikan Indonesia nanti ke depan lagi lebih baik, paling tidak bagi NU di grassroot-nya, mudah-mudahan bisa dijadikan masyarakat yang lebih tenang, masyarakat yang lebih guyub," ujar Gus Kikin. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X