Bekasi: Sebanyak 10 korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Para korban sedang memasuki masa pemulihan.
Dari 10 korban tersebut, 9 orang di antaranya menjalani perawatan di ruang rawat inap. Sementara satu korban lainnya masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan direncanakan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.
Kabar baiknya, satu pasien telah diperbolehkan pulang hari ini, 5 Mei 2026. Sementara itu, korban yang masih dirawat umumnya mengalami luka sedang hingga berat, mulai dari cedera organ hingga patah tulang.
RSUD Bekasi menyebut penanganan darurat sudah selesai. Saat ini, fokus diarahkan pada pemulihan dan pemantauan kondisi pasien, termasuk pemberian pendampingan psikologis untuk
trauma serta fisioterapi guna menunjang proses penyembuhan.
84 sudah pulang
PT Kereta Api Indonesia (
KAI) (Persero) menyatakan 84 korban insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur telah kembali ke rumah, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pihaknya terus melanjutkan pendampingan kepada seluruh pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur hingga tahapan penanganan selesai.
"Per Senin, 4 Mei, sebanyak 84 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit," kata Anne dalam pernyataan di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026, melansir Antara.
KAI memastikan pemantauan kondisi pelanggan dilakukan secara berkala agar seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi. Anne menyampaikan pendampingan diberikan secara menyeluruh, baik bagi pelanggan yang masih dirawat maupun yang telah kembali ke rumah.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar dia.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)