Jakarta: Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menyisakan fenomena yang menjadi perhatian. Di sejumlah daerah, banyak sekolah dasar (SD) negeri mengalami kekurangan murid baru. Bahkan, ada sekolah yang hanya menerima beberapa siswa, bahkan tidak mendapatkan murid sama sekali.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas sekolah, tetapi juga dipengaruhi perubahan jumlah penduduk, persebaran anak usia sekolah, hingga sistem penerimaan murid baru.
Deretan SD Negeri Sepi Peminat
Fenomena ini terlihat di Kota Solo, Jawa Tengah. Sebanyak 20 SD negeri hanya menerima kurang dari 10 siswa baru pada pelaksanaan
SPMB 2026. Bahkan, beberapa sekolah hanya memperoleh dua hingga tiga murid. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Solo berencana melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah sekaligus memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik sekolah negeri.
-
Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penurunan jumlah murid yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir membuat
pemerintah daerah memutuskan menggabungkan lima SD negeri. Langkah tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif sekaligus menyesuaikan jumlah peserta didik di masing-masing sekolah.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 61 SD negeri dan delapan SMP negeri belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah kembali membuka pendaftaran secara offline. Kebijakan ini diambil karena masih banyak masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran daring.
Sementara itu, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebanyak 35 SD negeri hanya menerima maksimal lima murid baru. Bahkan, terdapat satu sekolah yang sama sekali tidak memperoleh
siswa baru. Pemerintah daerah menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kualitas sekolah, melainkan karena jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut terus menurun.
Sobat MTVN Lens, fenomena ini menjadi gambaran bahwa tantangan pendidikan di Indonesia semakin kompleks. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah juga perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
Nah, fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid ini menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas sekolah, tetapi juga dipengaruhi kondisi kependudukan dan akses pendidikan di tiap wilayah. Ke depan, berbagai langkah strategis diperlukan agar sekolah negeri tetap mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi masyarakat.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.