Acara satu dekade Indonesia Drum dan Perkusi Festival (IDP Fest) digelar di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Festival yang berlangsung dari 4 hingga 6 September 2026 ini mengusung tema akulturasi seni budaya dengan tiga pilar utama, yakni edukasi, prestasi, dan informasi.
Festival ini menyediakan ruang inklusif lewat ansambel perkusi difabel sebagai wadah ekspresi dan pengembangan motorik anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebelumnya, acara IDP Fest dibuka dengan pertunjukan orkestra oleh inisiator IDP Fest yaitu Ekki Soekarno. Acara ini memadukan harmoni instrumen modern dengan ritme perkusi tradisional Nusantara hingga mancanegara.
Selain itu, festival ini juga menyajikan kompetisi drum anak dan remaja, serta sesi impresi perkusi untuk mengenalkan sejarah serta organologi alat musik dari para maestro berpengalaman.
"Memang basis dari festival musik perkusi tahunan ini adalah edukasi, prestasi, dan informasi. Edukasi itu tentunya edukasi mengenai musik, seluruh musik Indonesia, bukan hanya khusus saja. Kalau prestasi, kami kan ada kompetisi-kompetisi, kompetisi drum anak remaja, kompetisi kolaborasi, tapi tetap membawa unsur penilaian etnik Indonesia itu harus ada, walaupun dia main drum tapi harus ada unsur itu Nusantara yang wajib itu," ujar Ekki, Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia pada Kamis, 10 September 2026
Tidak hanya itu, gelaran IDP Fest pada tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan (
Menbud) Fadli Zon. Ia menyebut IDP Fest dapat menjadi wadah untuk pelestarian aset budaya Nusantara sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda di bidang musik.
(Lutfia Azzahra)