.,
26 February 2026 15:50
Upaya mengangkat kembali martabat Ratu Kalinyamat dilakukan dalam forum sejarah dan budaya, di Pendopo Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Forum yang bertajuk Kepemimpinan Perempuan untuk Masa Depan Bangsa ini menjadi ruang untuk meluruskan narasi sejarah Ratu Kalinyamat yang kerap memiliki citra negatif.
Adapun stigma tersebut muncul dari lakon ketoprak populer, di wilayah pantai utara pulau Jawa. Minimnya bukti primer menyebabkan stigma ini bertahan selama berabad-abad. Namun, setelah melalui kerja sama lintas negara, delapan bukti primer baru pun ditemukan.
Bukti ini berupa laporan kepada Raja Portugis, bahwa kekuatan armada Ratu Kalinyamat mencapai 300 kapal dengan sebanyak 15 ribu prajurit dan empat ekspedisi besar ke Malaka, pada 1591 hingga 1568.
“Kita coba cari penelitian tentang Ratu Kalinyamat jauh sebelum ini karena kami peneliti 2018, yang keluar penelitian tentang erotisme Ratu Kalinyamat, Ratu Kalinyamat dalam tatanan, selalu digambarkan kalau tidak hubungannya dengan tokoh mistis, rambutnya panjang,” ujar Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.
Ratu Kalinyamat merupakan sosok pemimpin perempuan Jepara yang turut mengusir penjajahan Portugis. Bagi masyarakat Jepara khususnya kaum perempuan, sosok Ratu Kalinyamat merupakan pemimpin perempuan yang penuh dengan keberanian.
Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana. Dirinya merupakan putri dari Sultan Trenggana, Raja Ketiga dari Kerajaan Demak dan cucu dari Raden Patah.
Ratu Kalinyamat memimpin Jepara selama 30 tahun. Bahkan Diego De Conto, seorang penulis berkebangsaan Portugis menjuluki Ratu Kalinyamat sebagai Ratu Jepara, seorang perempuan kaya dan mempunyai kekuasaan besar.