17 September 2026 14:43
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hentinya melanda Indonesia. Mulai dari wilayah Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Raja Ampat, hingga Papua. Hal ini turut diperparah dengan musim kemarau panjang yang turut memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
Di Jatim, misalnya. Karhutla telah membakar sekitar 700 hektare vegetasi hutan di pegunungan Kawi yang berada di tiga wilayah kota dan kabupaten. Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan dengan pengerahan personel untuk pemadaman jalur darat hingga pemadaman jalur udara menggunakan water bombing oleh Basarnas.
Dikutip dari tayangan Metro Siang pada Kamis, 17 September 2026, api pertama kali dilaporkan muncul di antara pos tiga dan empat jalur pendakian Gunung Butak, pada awal September lalu. Api sempat dinyatakan padam. Tak lama kemudian api muncul kembali dan terus meluas akibat tiupan angin kencang dan banyaknya vegetasi kering.
Api mulai meluas ke arah selatan di tiga wilayah saat ini, yakni Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar. Akibat karhutla, pihak pengelola terpaksa menutup seluruh jalur pendakian dan melarang seluruh aktivitas warga dengan jarak satu kilometer dari titik api terdekat.
Di Sulsel, karhutla melanda hutan Mapongka, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, pada Rabu, 16 September 2026. Kebakaran nyaris melahap bangunan sekolah rakyat dan akses menuju bandara.