Susno Duadji Soroti Pentingnya Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo

13 August 2026 18:37

Proses penyidikan misteri kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga di kediaman eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, terus bergulir. Kepolisian saat ini tengah menunggu hasil autopsi pasca-ekshumasi jenazah yang dilakukan pada 12 Agustus kemarin.

Mantan Kabareskrim Polri periode 2008-2009, Komjen (Purn) Susno Duadji, menilai hasil autopsi tersebut akan menjadi penentu arah penyidikan. Lewat autopsi secara ilmiah (Visum et Repertum), polisi dapat menyimpulkan apakah kematian korban wajar atau tidak wajar, misalnya akibat zat beracun.
 


"Bagi seorang penyidik, hasil autopsi ini sangat penting karena akan menuntun penyelidikan. Jika disimpulkan tidak wajar karena ada zat atau racun, Polri akan mencari siapa yang memasukkannya dan apa motivasinya," ujar Susno dalam dialog Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 13 Agustus 2026. 

Ponsel dan Baju Jadi Bukti Kunci

Susno secara khusus menyoroti hilangnya ponsel milik Sutrimo. Menurutnya, barang bukti tersebut sangat vital untuk melacak rekam jejak komunikasi terakhir korban sebelum meninggal dunia mendadak di Jakarta.

"HP itu sangat penting karena terekam komunikasi saudara Sutrimo. Siapa yang menghubunginya untuk datang ke Jakarta? Untuk keperluan apa? Kalau HP itu disimpan, disimpan oleh siapa dan kenapa?" tegas Susno.

Selain ponsel, saksi pengantar jenazah serta baju yang dikenakan korban saat meninggal juga menjadi poin krusial yang harus diperiksa secara mendalam, termasuk untuk melacak jejak DNA.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026. Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. 

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X