Di tengah pertumbuhan sektor makanan dan minuman (F&B) nasional yang kian pesat, ajang pameran industri berskala internasional, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026, bersiap dihelat pada 16 hingga 18 September 2026 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema "Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future", pameran ini hadir lebih besar dengan memperluas area pameran secara signifikan dari 7 hall pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi 11 hall pada tahun ini.
Ajang strategis ini dirancang untuk menghubungkan para pelaku industri, periset, hingga pemasok global guna menjawab tantangan tren kebutuhan konsumen terhadap pangan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. Sebanyak lebih dari 10 paviliun negara turut memperkuat kolaborasi internasional, termasuk partisipasi dari Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, hingga Uni Eropa.
Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin berorientasi pada kesehatan memicu akselerasi inovasi di sektor F&B. Chairman Gabungan
Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, menekankan bahwa transformasi industri harus berjalan beriringan antara regulasi pemerintah, pergerakan selera konsumen, dan inovasi produsen.
"Pemerintah sudah mulai mengarah ke sana ya, antara lain kemarin ada peraturan Nutri-Level dan lain sebagainya. Di Badan POM ada Healthier Choice juga atau Pilihan Lebih Sehat. Nah, mau tidak mau industri harus bertransformasi juga, tapi yang penting industri akan mengikuti selera konsumen ya," ungkap Adhi dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 9 September 2026.
Hal senada juga disampaikan oleh Regional Director ASEAN Information Markets, Rose Chitanuwat. Ia menyoroti lonjakan skala pameran tahun ini yang diiringi dengan fokus utama pada penyediaan bahan baku pangan yang lebih sehat.
"Sorotan lain yang belum pernah kami lakukan sebelumnya adalah kerja sama dengan SEAFAST Center IPB Bogor untuk menampilkan hasil riset bahan pangan dari universitas ke pameran ini, sehingga siap dihilirisasi dan dikomersialisasikan oleh manufaktur. Kami berupaya menghubungkan seluruh lini industri agar sektor ini semakin maju sekaligus mengurangi ketergantungan impor," jelas Rose Chitanuwat.
Fitur Unggulan dan Paviliun Tematik
Guna memanjakan para profesional dan pengunjung bisnis, Fi Asia Indonesia 2026 menyuguhkan berbagai fasilitas serta paviliun tematik eksklusif.
Sejak pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2010, Food Ingredients Asia secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai pilar utama transformasi industri pangan nasional. Melalui perhelatan tahun ini, ajang tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian, efisiensi rantai pasok, serta mendongkrak daya saing produk F&B Indonesia di kancah global.