Jakarta: Warna pakaian yang dikenakan saat Tahun Baru Imlek ternyata bukan sekadar soal gaya. Dalam budaya Tionghoa, warna dipercaya memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan harapan, keberuntungan, hingga energi yang ingin dibawa sepanjang tahun.
Imlek Identik dengan Warna Merah
Warna merah menjadi yang paling identik dengan perayaan
Imlek. Selain mencerminkan kebahagiaan, merah juga diyakini mampu menangkal energi negatif. Mengutip
China Highlights, merah dalam budaya Tionghoa melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta perlindungan dari hal-hal buruk, sehingga kerap mendominasi busana maupun dekorasi saat tahun baru.
Tak kalah populer, emas dan kuning juga sering dipilih karena identik dengan kemakmuran. National Geographic menyebut kedua warna tersebut berkaitan erat dengan kekayaan dan kesejahteraan dalam tradisi Tiongkok, sehingga banyak orang memadukannya dengan merah untuk menghadirkan makna positif yang lebih kuat.
Selain itu, warna cerah seperti pink atau oranye turut dianggap cocok dikenakan karena merepresentasikan semangat baru dan optimisme dalam menyambut tahun yang akan datang.
Warna yang Dihindari
Sebaliknya, ada warna yang umumnya dihindari, yaitu putih dan hitam. Berdasarkan penjelasan Britannica, putih secara historis digunakan dalam upacara duka di Tiongkok, sehingga dinilai kurang selaras dengan suasana sukacita yang menjadi ciri khas perayaan Imlek.
Meski tidak bersifat wajib, memahami makna warna dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pada akhirnya, memilih warna baju saat Imlek bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang menanamkan harapan baik di awal tahun.
Apa pun warna pilihanmu, yang terpenting adalah menyambut tahun baru dengan kebahagiaan, energi positif, dan semangat untuk menjalani lembaran baru.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)