29 October 2026 16:06
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyebut transformasi makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0 menjadi langkah pembenahan tata kelola program MBG. Transformasi tersebut mencakup pemberantasan praktik yayasan calo yang dinilai tidak memiliki peran nyata dalam operasional dapur.
Sudaryono mengungkapkan pihaknya menemukan adanya yayasan yang diduga dibentuk oleh oknum untuk mendapatkan potongan dari setiap ompreng makanan tanpa ikut menanamkan modal atau mengelola dapur. Potongan sebesar Rp500 hingga Rp1.500 per ompreng, jika dikalikan dengan ribuan porsi dan banyak dapur setiap harinya dapat menghasilkan nilai yang besar.
"Ada yayasan-yayasan yang tidak punya peranan apa pun, tapi, kemudian minta potongan per ompreng Rp500, Rp1.000, Rp1.500 per setiap omprengnya setiap hari, kali sekian ribu, kali sekian dapur," ujar Sudaryono, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sudaryono menyebut praktik potongan yang diduga dilakukan oleh yayasan calo dapat memengaruhi standar menu MBG yang diterima oleh masyarakat.
"Itulah yang membuat banyak temuan-temuan di medsos atau di mana-mana yang menu MBG-nya itu kemudian tidak standar karena dia mendapatkan pengurangan dari hasil palakan, potongan-potongan yang tidak perlu itu," jelas Sudaryono.