Jokowi Bawa Bukti Ijazah Asli ke Persidangan

5 November 2026 11:30

Mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) diduga membawa bukti ijazah asli ke persidangan kasus ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis, 5 November 2026.

"Di mana tadi Jokowi sempat kami sapa terlebih dahulu, bahwa apakah ia betul benar-benar membawa ijazah semasa ia kuliah di Universitas Gadjah Mada. Kemudian juga saat ia SMA, atau juga saat dari jenjang SD hingga kuliah," ujar Jurnalis Metro TV Rona Marina, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 5 November 2026.

Dugaan tersebut muncul setelah kuasa Hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara mengonfirmasi Jokowi diminta dan akan membawa seluruh ijazah yang dimilikinya, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi untuk menyangkal tuduhan yang selama ini telah bergulir.

"Karena memang hal ini juga sebelumnya sudah sempat dikonfirmasi oleh kuasa hukum Joko Widodo, yakni Rivai Kusumanegara, Jokowi ini diminta ataupun ia akan membawa seluruh ijazahnya dari mulai jenjang SD hingga kuliah ini untuk menampik hal-hal yang selama ini dituduhkan kepadanya ataupun untuk mengonfirmasi," kata Rona.
 


Meskipun Jokowi membawa bukti ijazah asli ke persidangan, pihak kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun mengatakan bahwa kebenarannya tetap belum bisa dikonfirmasi.

"Karena tadi kami juga sempat mendengar dari pihak kuasa hukum yakni Refly Harun sempat mengatakan bahwa pihaknya masih merasa bahwa apa yang akan dibuktikan oleh Jokowi pada hari ini meskipun ia telah membawa ijazahnya, ini juga belum tentu bisa dikonfirmasi kebenarannya," jelas Rona. 

Sementara itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan pada lalu lintas di sekitar PN Jakarta Timur hingga pukul 18.00 WIB. Rekayasa lalu lintas dimulai dari Jalan KH. Agus Salim hingga Pondok Kopi serta Jalan Sumarno yang menuju ke PN Jakarta Timur juga akan dialihkan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Hendri Umar mengimbau agar masyarakat yang melintasi wilayah PN Jakarta Timur agar berhati-hati dan memperhatikan rekayasa lalu lintas. Masyarakat diminta untuk mencari jalur alternatif lain untuk mengindari kemacetan maupun penumpukan kendaraan di sekitar wilayah PN Jakarta Timur.

(Lutfia Azzahra)

(Husen Miftahudin)


Close Ads X
Close Ads X