Transformasi MBG 2.0, Praktik Korupsi Jadi Sorotan

29 October 2026 17:42

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menargetkan pembenahan total tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam 100 hari pertama kepemimpinannya melalui langkah Transformasi MBG 2.0. Langkah ini diambil guna merespons sejumlah persoalan, mulai dari buruknya kelayakan tata kelola hingga indikasi praktik korupsi.

Sudaryono menegaskan bahwa esensi program MBG sangat mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, BGN fokus membersihkan praktik-praktik nakal agar pelaksanaan di lapangan tepat sasaran dan akuntabel.
 



Sebagai contoh kebobrokan tata kelola masa lalu, Sudaryono mengungkap temuan mencengangkan mengenai adanya penyedia dapur MBG yang sempat memicu kasus keracunan dan berstatus dihentikan sementara, tetapi justru tetap rutin menerima insentif harian dari negara.

"Ada dapur yang membuat keracunan makanan, lalu di-suspend. Namun kenyataannya, meski sudah ditutup, mereka tetap dibayar Rp6 juta sehari. Ini kan lawak. Kalau saya jadi pemilik dapur, lebih baik saya tidak memasak jika tetap dibayar," sindir Sudaryono dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026. 

Ke depan, BGN memastikan celah administrasi yang merugikan keuangan negara semacam ini akan ditutup rapat. "Di era sekarang, aturannya jelas: jika dapur ditutup, maka insentifnya juga harus berhenti," tegasnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X