Kisah Nurasyiah Berjualan Lemang 28 Tahun, Sukses Kuliahkan Anak Hingga Sarjana

29 January 2026 23:39

Lemang, makanan tradisional khas Melayu yang terbuat dari beras ketan dan santan, tetap menjadi favorit masyarakat Sumatra, termasuk di Kota Medan. Salah satu penjual legendaris, Nur Asiah, telah menjajakan lemang buatannya di Jalan Gatot Subroto dan Jalan AR Hakim selama 28 tahun, menjaga cita rasa gurih dan tekstur lembut khas lemang.

Lemang dibuat dengan cara tradisional yakni beras ketan yang dicampur santan dan bumbu dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang muda, kemudian dibakar di atas bara api selama 2 hingga 3 jam hingga matang merata. Proses ini menghasilkan aroma khas dan tekstur ketan yang padat namun lembut.
 

Baca juga: Kisah Mika Riandita, Penjual Cilok yang Sukses Naik Kelas Lewat Juragan Jaman Now

Nurasyiah menjual lemang dengan harga Rp30.000 per batang dan Rp5.000 per potong. Sebagai teman bersantap, lemang kerap dinikmati bersama tape ketan. Setiap hari, ia bersama putrinya menjajakan lemang sejak sore hingga malam.

“Di hari biasa bisa habis 30 batang, tapi saat hari libur atau hari raya bisa sampai 200 batang,” ujar Nurasyiah. 

Ia juga menekankan bahwa meski harga bahan pokok seperti pulut, santan, daun pisang, dan bambu sering naik, ia tetap mempertahankan kualitas lemangnya dan harga jual agar tetap terjangkau.

Berkat kegigihannya, Nur Asiah tidak hanya mempertahankan bisnis keluarga tetapi juga mendukung pendidikan anak-anaknya. “Alhamdulillah, anak dua sudah sarjana, yang kecil masih kuliah,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)