Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengklaim situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup terkendali. Walau demikian, jarak pandang di Kota Jambi sempat menyentuh angka 200 meter dalam beberapa waktu terakhir.
"Memang sejauh ini dari Pemprov Jambi menyatakan bahwa untuk situasi karhutla ini cukup terkendali. Mengingat memang untuk jarak pandang di Kota Jambi pada beberapa hari terakhir sempat menyentuh angka 200 meter," ujar Jurnalis Metro TV Randi Alfaras, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.
Akibat kondisi tersebut, penerbangan di beberapa bandara di Provinsi Jambi terpaksa ditunda karena kondisi udara dinilai cukup mengganggu aktivitas penerbangan.
"Berdasarkan pantauan udara, kepulan asap masih cukup tebal pada ketinggian 4.000 kaki, yang mana hal tersebut ini dinilai cukup mengganggu aktivitas penerbangan di langit Jambi. Hal ini berdampak pada penerbangan di Jambi yang baru bisa dilakukan pada pukul 17.00 hingga pukul 20.00 WIB," kata Randi.
Sementara itu, Tim Satuan Tugas (
Satgas) Karhutla telah berupaya maksimal melakukan pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara. Namun, upaya pemadaman melalui jalur udara masih sedikit mengalami kendala. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilakukan secara maksimal akibat minimnya bibit awan di udara.
"Sementara untuk OMC ini telah berlangsung sejak 9 hingga tanggal 13 Oktober. Hanya saja semenjak 13 kemarin, BMKG menilai bahwa tidak ada awan yang bisa didorong untuk melakukan penyemaian garam yang akhirnya bisa menimbulkan hujan sehingga untuk operasi modifikasi cuaca baru akan dilakukan di akhir Oktober nanti, mengingat BMKG memprediksi baru ada awan yang bisa didorong untuk menghasilkan hujan," ungkap Randi.
Lebih lanjut, Tim Satgas Karhutla menyebut akan mengirim petugas tambahan ke lokasi terdampak karhutla dengan menggunakan helikopter bantuan dari pemerintah pusat. Petugas tersebut akan membantu dan memaksimalkan upaya pemadaman api di wilayah Jambi yang hingga saat ini telah terbakar lebih dari 4.300 hektare lahan.
Saat ini, Pemprov Jambi memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (
karhutla) di empat lokasi utama, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Batanghari. Sebagian besar lahan terbakar masih mengeluarkan asap serta masih ditemukan banyak titik api.
(Lutfia Azzahra)