Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Metro TV menyelenggarakan ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Ajang ini menjadi instrumen penting untuk memotret kinerja nyata kepala daerah melalui penilaian berbasis data kuantitatif yang transparan dan akuntabel.
"Acara ini untuk memberikan message kepada publik bahwa terlepas ada beberapa mungkin oknum yang bermasalah, cukup banyak kepala daerah yang peduli kepada rakyatnya juga berprestasi,"ujar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang dikutip Metro Siang pada Jumat 5 Juni 2026
Penilaian tahun ini difokuskan pada empat kategori utama yang menyentuh langsung persoalan masyarakat, yakni:
- Penurunan tingkat pengangguran.
- Penanggulangan kemiskinan dan stunting.
- Creative financing.
- Pengendalian inflasi.
Tito menekankan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara kredibel dengan menggunakan angka kuantitatif yang terbuka dan dapat diawasi. Menariknya, pada periode ini, wilayah Bali digabungkan ke dalam regional Jawa agar tercipta iklim kompetisi yang lebih seimbang, mengingat kesamaan karakteristik pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di kedua wilayah tersebut.
"Ada iklim kompetitif antar-kepala daerah. Kita harapkan bagi yang berhasil mendapatkan penghargaan bisa terus meningkatkan kinerjanya, sementara yang belum berhasil dapat terpicu untuk ikut berprestasi," ujar Tito Karnavian dalam keterangannya.
Turut hadir dalam acara tersebut,
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Ia memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah pemerintah daerah di Jawa dan Bali yang berhasil mempercepat proses perizinan serta memberikan keringanan biaya perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar menilai keberhasilan ini merupakan bukti nyata birokrasi yang mampu memberikan pelayanan cepat dan berorientasi pada kepentingan publik. Ia menilai ajang ini menjadi sarana pemberian penghargaan yang objektif dan berbasis data.
"Ini adalah contoh yang baik. Kemendagri memberikan rewards yang luar biasa kepada kepala daerah, yang akan membangkitkan optimisme dan semangat kompetisi yang sehat berbasis meritokrasi," tutur Maruarar.
Selain memberikan penghargaan, Kemendagri dan Kementerian PKP juga memperkuat kolaborasi melalui program renovasi 15.000 rumah tidak layak huni di wilayah perbatasan yang ditargetkan terlaksana pada tahun ini.
Ajang apresiasi di wilayah Jawa dan Bali ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian yang mencakup enam wilayah di seluruh Indonesia. Setelah regional ini, Kemendagri berencana melanjutkan putaran penilaian berikutnya di wilayah Papua dan daerah lainnya hingga akhir November mendatang dengan tambahan kategori penilaian lainnya.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap standar pelayanan publik di tingkat daerah terus meningkat, menciptakan kesejahteraan yang merata, dan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru dari para pemimpin daerah di masa depan.