Trump Setuju Gencatan Senjata dengan Iran

8 April 2026 13:15

Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui gencatan senjata sementara dengan Iran berkat diplomasi intens yang dimediasi oleh Pakistan. Keputusan ini secara mengejutkan diumumkannya pada Selasa malam, 7 April 2026, waktu setempat. 

AS dan Iran akan melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Dalam kurun waktu tersebut, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur distribusi energi global, dengan tetap berada di bawah pengawasan militernya. 

Keputusan gencatan senjata tercapai setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Jenderal Asim Munir melakukan diplomasi dengan kedua pemimpin negara tersebut. 

Selanjutnya, kedua pihak akan menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, pada Jumat mendatang untuk membahas kelanjutan situasi  sekaligus sejumlah upaya untuk meredakan ketegangan regional serta pencegahan konflik yang meluas. 

 

Baca Juga: PM Malaysia Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Solusi Jangka Panjang

Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disepakati pada Selasa, 7 April 2026, serta mendorong agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong penyelesaian damai berkelanjutan.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya upaya dari para pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi di tengah ketegangan yang terjadi.

“Terkait kesepakatan gencatan senjata ini, tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan komitmen awal dari pihak-pihak yang terlibat untuk mendorong deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi.

“Perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya upaya dari para pihak-pihak yang terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong deeskalasi,” ujar Yvonne.


(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)