.,
14 January 2026 18:25
Warga korban banjir bandang di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara (Sumut) memilih untuk tetap tinggal di lokasi pengungsian hingga rumah hunian tetap (huntap) yang dibangun pemerintah selesai. Para penyintas mengaku belum memiliki tempat lain yang aman untuk ditinggali.
Pengungsian sementara tersebut berada di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Bangunan pengungsian yang berdiri di tengah kebun karet itu dibangun secara gotong royong dan kini ditempati oleh 32 kepala keluarga (KK) dari Dusun Pulo Lobang, salah satu wilayah yang tersapu banjir bandang pada akhir November lalu.
Warga mengaku bingung jika harus meninggalkan tempat itu sekarang, terutama karena tidak adanya pilihan tempat tinggal lain. Mereka merasa lebih aman bertahan di posko pengungsian hingga huntap benar-benar siap dihuni.
“Tunggu selesai rumah itu barulah kami sekalian berangkat ke situ. Nanti kalau disuruh pergi sekarang bongkar-bongkar lagi, rupanya nanti jadi rumah bongkar lagi ke sana. Cari kontrak pun susah loh, Pak. Enggak dapat,” ujar Misdik, warga Dusun Pulo Lobang.
Menurut Misdik, mereka akan bingung jika harus kembali berpindah tanpa kepastian tempat tinggal. Terlebih kondisi mereka mulai membaik saat ini.
Sebelumnya, pemerintah daerah memastikan pembangunan huntap akan dilakukan untuk menampung para penyintas yang kehilangan rumah akibat banjir bandang.