13 May 2026 16:35
Abdurrahman al-Kahlout, seorang jurnalis asal Gaza yang menjadi penyintas genosida, hadir di Marmaris, Turki, untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelanjutan misi Global Sumud Flotilla. Kehadiran misi ini dinilai sebagai langkah membongkar blokade panjang yang mencekik warga Gaza serta membuka mata dunia terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
Sebagai saksi langsung kekejaman militer Israel di tanah Palestina, al-Kahlout mengungkapkan bahwa serangan yang menargetkan rekan-rekan jurnalis bukan sekadar kebetulan. Menurutnya, pembunuhan jurnalis merupakan upaya sistematis Israel untuk membungkam kebenaran dan menutupi bukti-bukti kejahatan perang di Gaza.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 280 jurnalis telah tewas akibat serangan militer Israel di Gaza. Al-Kahlout menegaskan bahwa penghancuran kantor-kantor pers di wilayah tersebut sengaja dilakukan untuk memutus aliran informasi, sehingga dunia tidak mengetahui kondisi nyata di lapangan.
| Baca juga: Armada Flotilla Dibayangi Pantauan Drone dan Pesawat Tak Dikenal |