Rupiah Tertekan ke Level Psikologis Rp17.519 per Dolar AS

13 May 2026 13:20

Nilai kontrak Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) masih tertahan di posisi lemah pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Setelah sempat bergerak stagnan, mata uang Indonesia kini resmi melampaui angka psikologis di level Rp17.519 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi sejak hari sebelumnya, di mana rupiah telah terkoreksi cukup dalam sebesar 0,42%. Tidak lama setelah pembukaan, Rupiah offshore kembali merosot 0,01% ke posisi Rp17.521 per dolar AS.
 

Baca juga: Menkeu Purbaya Aktifkan Bond Stabilization Fund Guna Redam Gejolak Rupiah

Kondisi ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS yang saat ini berada di level 98,32. Di mana mata uang kawasan termasuk Won Korea Selatan yang turut mengalami pelemahan. Faktor utama yang memicu gejolak pasar ini adalah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, meski kedua belah pihak dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian.

Dari dalam negeri, belum ada sentimen positif yang cukup kuat untuk memperkokoh posisi Rupiah. Para investor cenderung memberikan respons buruk terhadap pasar Indonesia, yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap kondisi ruang fiskal yang dinilai semakin sempit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)