Jakarta: Ratusan rumah warga di kawasan Jalan Batu Ceper, Gambir, Jakarta Pusat, terdampak kebakaran yang terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026. Kondisi bangunan tampak menghitam pada bagian dinding, sementara sejumlah barang milik warga hangus dan tersisa puing-puing di lokasi kejadian.
Area rumah yang terdampak masih dipasangi garis pembatas, sementara puing-puing bangunan dan barang yang terbakar terlihat berserakan. Beberapa bagian rumah juga tampak mengalami kerusakan, seperti pada dinding dan bagian dalam.
Warga korban kebakaran, Yati dan Isem, berada di sekitar lokasi untuk melihat kondisi rumah setelah kebakaran. Keduanya mengharapkan sejumlah bantuan usai peristiwa tersebut, termasuk bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal.
"Bantuan kalau bisa sih. Saya sih gitu aja, nggak mikirin yang lain-lain," ujar Yati.
Menurut Yati, kondisi rumahnya tidak harus segera dikembalikan seperti semula. Hal yang menjadi perhatian utamanya adalah adanya tempat tinggal yang dapat kembali digunakan.
"Bener kan ya, biarin nggak pakai loteng-loteng juga nggak apa-apa, yang penting asal ketutup," katanya.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah barang berharga milik warga juga ikut terbakar. Berbagai benda yang telah hangus dan tidak lagi dapat digunakan berceceran di sepanjang lokasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi warga setelah kebakaran.
Pencetakan dokumen kependudukan
Sementara, penanganan pascakebakaran juga dilakukan dari sisi administrasi kependudukan. Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kecamatan Gambir, Rachma, mengatakan pihaknya memberikan pelayanan kepada warga yang menjadi korban bencana.
"Kami melakukan pelayanan untuk para korban bencana," kata Rachma.
Menurut Rachma, salah satu pelayanan yang diberikan adalah pencetakan kembali dokumen kependudukan yang terdampak kebakaran. Pelayanan tersebut mencakup pencetakan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), hingga akta.
"Pertama pencetakan KTP, kemudian juga untuk kartu identitas, kartu keluarga, akta kematian bagi warga yang meninggal dan ikut terbakar," ujar Rachma.
Rachma menjelaskan, dokumen kependudukan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu segera ditangani karena banyak dokumen warga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
"Karena kebanyakan dari masyarakat banyak yang lupa bawa dompet atau identitas KTP dan keluarga itu banyak terbakar," katanya. (Titik Nurmalasari)