Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Kebakaran dilaporkan menjangkau sejumlah spot pengamatan Burung Cendrawasih, di antaranya Saporkren dan Pulau Dayan.
Dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, pada Selasa, 8 September 2026, tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan karhutla dan akan memfokuskan pemadaman di wilayah Sapokren yang menjadi salah satu lokasi pengamatan Burung Cendrawasih.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raja Ampat mencatat sebanyak 78 titik api telah berhasil dipadamkan. Namun petugas masih menghadapi kendala medan yang sulit serta keterbatasan air di musim kemarau sehingga petugas harus menggunakan air laut untuk pemadaman di sejumlah lokasi.
Karhutla juga melanda kawasan Bungi-Bungi, Desa Tenggelang Baru, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar). Kebakaran telah menghanguskan sekitar 20 hektare lahan perkebunan sawit.
Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari Damkar, TNI, Polri, dan warga telah mengerahkan lima unit armada untuk memadamkan api. Namun lokasi kebakaran yang berada di perbukitan membuat petugas kesulitan.
Selain itu, luasnya area, banyaknya titik api, serta angin yang kencang membuat api dengan cepat menyebar dan semakin sulit dipadamkan. Kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api disebabkan oleh aktivitas pembakaran lahan untuk membuka perkebunan baru
Tidak hanya di Papua dan Sulbar, kebakaran juga terjadi di Jawa Timur (
Jatim). Pemadam Kebakaran Tulungagung mencatat terdapat tiga karhutla berskala besar yang terjadi dalam sepekan awal bulan September. Damkar juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat membakar sampah terutama di dekat lahan kering maupun kawasan hutan agar tidak terjadi kebakaran hutan lanjutan.
(Lutfia Azzahra)