Muhammad Adyatma Damardjati • 30 July 2026 18:40
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Kamis, 30 Juli 2026, dalam rangka memastikan implementasi kebijakan baru penanganan sampah di Ibu Kota. Dalam kunjungan tersebut, Pramono menegaskan perubahan mendasar dalam pengelolaan sampah dari pendekatan lama 'Angkut-Buang' menjadi 'Pilah-Angkut-Olah' sebagaimana diatur dalam Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
"Tempat ini adalah bukti yang kita sebut dengan TPS 3R Menteng Atas, yang dulunya hanya menjadi tempat penampungan sampah. Setelah ada peraturan yang mengatur Bantargebang mulai 1 Agustus, kita memulai bahwa yang dibuang ke Bantargebang yang paling utama adalah residunya," ujar Pramono, Kamis pagi.
Ia menjelaskan bahwa TPS 3R Menteng Atas kini bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengolah sampah menjadi
refuse derived fuel (RDF) berkapasitas hingga 150 ton per hari, meski saat ini baru beroperasi 30 ton per hari dalam satu
shift.
Pramono meminta agar pengoperasian TPS 3R ditingkatkan menjadi dua hingga tiga
shift agar kapasitas olah mencapai 100 ton per hari.
"Kalau kemudian bisa di tempat ini 100 ton per hari, itu secara signifikan akan memberikan kontribusi bagi Bantargebang. Kalau kemudian ada 29 TPS 3R lainnya yang kita atur seperti di tempat ini, maka sampah di Jakarta relatif sudah bisa tertangani secara menyeluruh," jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dudi Gardesi Asikin menambahkan bahwa saat ini terdapat 31 titik TPS 3R yang tercatat, namun belum semuanya beroperasi optimal. Pemerintah berencana mengoptimalkan seluruh titik yang ada dengan kapasitas hingga 100 ton per hari melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Target ke depan adalah menjadikan 31 titik tersebut mampu mengolah 3.000 ton sampah per hari secara keseluruhan.
Pramono juga mengungkapkan terobosan baru Pemprov DKI dengan membebaskan lahan seluas 40 hektar di Ciangir, Banten, untuk menampung sampah organik.
"Organiknya ke mana, anorganiknya ke mana, hasil RDF-nya ke mana, kemudian residunya kita buang ke Bantargebang. Itu yang kami lakukan," pungkasnya.
Dengan pendekatan komprehensif ini, Pemerintah DKI optimistis dapat mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di ibu kota.