Relawan Mer-C Tangani Pasien Infeski Saluran Nafas di Gaza

24 January 2026 12:40

Tim Medis Darurat (EMT) MER-C ke-12 yang kini bertugas di Gaza, Palestina, melaporkan bahwa infeksi saluran napas bawah menjadi ancaman serius bagi warga setempat. Kondisi ini diperparah oleh musim dingin ekstrem serta kolapsnya sistem kesehatan akibat serangan yang terus dilakukan oleh zionis Israel.

Perawat Nadia Rosi menjelaskan, bahwa cuaca dingin di tengah kondisi tenda pengungsian yang tidak layak memicu peningkatan drastis angka infeksi saluran napas. Terlebih lagi, blokade ketat menyebabkan ketersediaan obat-obatan serta fasilitas medis di wilayah tersebut menjadi sangat terbatas.

Dokter Muhammad Reynaldi yang bertugas di IGD Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengungkapkan bahwa lebih dari separuh pasien yang datang menunjukkan gejala infeksi pernapasan. Di ruang rawat inap, dua dari tiga pasien bahkan terdiagnosis mengalami infeksi saluran napas bawah yang cukup berat.
 



Banyak pasien dilaporkan mengalami gagal napas akut sehingga memerlukan perawatan intensif di tengah keterbatasan sumber daya manusia medis. Dokter Ni Nyoman Indirawati Kusuma saat ini menjadi satu-satunya dokter konsultan paru yang bertugas di seluruh wilayah Gaza selama krisis berlangsung.

Guna menangani banyaknya pasien, Dokter Indira harus membagi waktu tugasnya di dua lokasi berbeda, yakni RS Syuhada Al-Aqsa dan RS Al-Nasir. Minimnya tenaga spesialis menjadi tantangan besar dalam menyelamatkan warga yang terjangkit penyakit pernapasan di tengah situasi perang.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)