Wajib Tahu, Ini Bunyi dan Makna Ikrar dalam Sumpah Pemuda

Wijokongko • 24 October 2026 09:25

Jakarta: Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Peristiwa ini berawal dari Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. 

Kongres yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) tersebut dipimpin oleh Soegondo Djojopuspito, dengan Muhammad Yamin sebagai salah satu tokoh yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda. Peristiwa ini melahirkan tiga ikrar. 

Ikrar pertama berbunyi, 'Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia'.

Ikrar ini menegaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan satu tanah air. Meski berasal dari daerah yang berbeda, masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab bersama untuk mencintai dan menjaga Tanah Air. Ikrar kedua berbunyi, 'Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia'.

Makna ikrar kedua adalah perbedaan suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu. Para pemuda pada 1928 menyatukan identitas dan tujuan perjuangan dalam satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Sementara itu, ikrar ketiga berbunyi, 'Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia'.

Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu di tengah keberagaman bahasa daerah. Penggunaan bahasa yang sama memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berkomunikasi dan saling memahami. (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X