Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan 16 unit drone untuk memperkuat patroli udara guna mengantisipasi munculnya titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi titik api, merekam aktivitas pembakaran, hingga menjadi bukti penegakan hukum.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 30 Oktober 2026, peluncuran berlangsung di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalteng. Penggunaan drone merupakan terobosan dari Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan untuk mengoptimalkan pengawasan di wilayah rawan karhutla.
Pemantauan udara menggunakan drone akan dipadukan dengan patroli darat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Hal ini guna mempercepat penanganan titik api serta mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran lahan.
Patroli akan terus ditingkatkan untuk mencegah kebakaran baru sekaligus menindak tegas pelaku pembakaran lahan.
Asap mulai menipis
Sementara itu, kondisi karhutla di wilayah Kalteng perlahan berangsur membaik.
Kabut asap yang sempat menyelimuti wilayah tersebut mulai menipis. Warga Kota
Palangka Raya, Kalteng mulai kembali berolahraga dan beraktivitas di ruang publik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama empat hari terakhir.
Aktivitas pembelajaran juga mulai dilangsungkan secara tatap muka. Di SMP Negeri 8 Kota Palangka Raya, Klateng, misalnya. Aktivitas pembelajaran kembali digelar secara normal setelah sempat terganggu selama beberapa pekan akibat pekatnya kabut asap karhutla. Para siswa dan guru menyambut kembalinya aktivitas belajar di sekolah dengan penuh antusias.
Kepala SMPN 8 Palangka Raya, Erni Ningsih, mengungkapkan rasa syukurnya atas membaiknya kualitas udara sehingga kegiatan belajar-mengajar di kelas dapat kembali berjalan optimal.
"Kami sangat bersyukur karena hujan telah turun dan anak-anak bisa kembali ke sekolah. Tanggapan anak-anak luar biasa senang karena bisa kembali menghirup udara segar setelah sekian lama terpapar asap," ujar Erni.
(Lutfia Azzahra)