Nattasya Amani Vrazeti • 7 October 2026 12:22
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan rencana penataan menyeluruh terhadap kawasan permukiman padat di sekitar Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Wilayah sepanjang 2,3 kilometer tersebut dinilai belum tertangani secara optimal selama hampir 60 tahun.
Pramono menuturkan bahwa kondisi permukiman di kawasan tersebut masih jauh dari layak. Ia menemukan fakta di lapangan mengenai hunian berukuran sempit yang dihuni oleh belasan orang secara bergantian.
"Bahkan ada beberapa hunian satu rumah tiga kali empat yang menghuni itu sampai dengan 15 orang, dan tidurnya tiga shift," ujar Pramono.
Mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan pusat aktivitas Jakarta seperti Bundaran HI, Balai Kota, dan Istana Kepresidenan,
Pemprov DKI Jakarta menargetkan perbaikan kawasan secara komprehensif. Penanganan teknis akan difokuskan pada dua sektor utama, yakni pengelolaan sumber daya air serta penanganan problem kesejahteraan warga melalui dinas sosial.
Gubernur DKI Jakarta menjelaskan bahwa pembiayaan proyek penataan ini akan menggabungkan alokasi APBD serta kontribusi swasta lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan skema kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB). Meski rincian anggarannya telah dihitung, angka pasti pembangunan belum dipublikasikan ke masyarakat luas.
Pramono juga menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan penggusuran sepihak, terutama terhadap sarana peribadatan yang berdiri di atas aliran sungai.
"Intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur, karena di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya, tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi," pungkas Pramono.