Krisis Kemanusiaan di Sudan Memburuk, 34 Juta Warga Butuh Bantuan

9 February 2026 09:34

Lebih dari 1.000 hari konflik bersenjata di Sudan memicu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Jutaan warga terancam kelaparan, mengungsi, dan kehilangan akses layanan dasar, terutama perempuan dan anak-anak. 

Pertempuran tanpa henti di Sudan hampir melumpuhkan layanan penting dan menuju pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara luas. Hampir 34 juta warga membutuhkan batuan kemanusiaan, termasuk lebih dari tujuh juta perempuan dan anak perempuan berusia reproduksi. 

Wilayah Kordofan menjadi pusat kekerasan terbaru. Warga terjebak dengan pasokan makanan menipis dan layanan kesehatan yang nyaris tidak tersedia. 
 

Baca juga: Turki Kecam Serangan RSF di Sudan yang Tewaskan Puluhan Pengungsi


Sejak akhir Oktober 2025, terdapat lebih dari 88.000 orang pengungsi dari wilayah ini. Sebagian pengungsi kini berlindung di kamp pengungsian dengan kondisi darurat dan dukungan terbatas. Banyak dari mereka tiba tanpa membawa harta benda setelah melintasi zona konflik.

Pihak UNFPA mengerahkan klinik keliling di Gedaref untuk menyediakan layanan kesehatan serta bantuan bagi penyintas kekerasan. Lembaga PBB ini mendesak akses kemanusiaan tanpa hambatan dan perlindungan bagi warga sipil, serta tenaga kesehatan di tengah krisis yang terus memburuk.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)