Asap Karhutla di Ogan Hilir Masih Terlihat Meskipun Diguyur Hujan

28 October 2026 19:19

Lahan gambut yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan (Sumsel), telah diguyur hujan. Walaupun sudah diguyur hujan, sejumlah asap masih terlihat keluar dari lahan tersebut.

Hujan yang turun membuat lahan gambut yang masih memiliki bara api mengeluarkan kepulan asap yang tebal saat terkena guyuran air hujan. Kepulan asap tersebut mulai bergerak menuju badan jalan dan mengarah ke permukiman warga. 

Meski kepulan asap tebal masih keluar dari lahan gambut, titik api mulai menurun, di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Dikutip dari situs SiPongi milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut), titik api di wilayah Sumsel turun menjadi 109 titik jika dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 117 titik api. 
 

"Di Ogan Ilir sendiri titik hotspotnya ini sudah mulai berkurang," ujar Jurnalis Metro TV, Emir Hamzah, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 28 Oktober 2026. 

Penurunan titik api di wilayah Sumsel tidak lantas menghentikan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan. Tim Satuan Tugas (Satgas) karhutla terus melakukan OMC dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan penyemaian garam (NaCI) dan dry ice. 

"Yang pertama, terdapat metode penyemaian dengan NaCl ataupun garam, serta juga terdapat dry ice dan dilakukan penyemaian di sejumlah daerah Sumatera Selatan," kata Emir.

Sementara itu, dengan terus melakukan OMC, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel memprediksi pembentukan bibit awan hujan mampu mencapai lebih dari 70 persen pada 24 hingga 30 Oktober 2026. Dengan demikian, hujan berpotensi akan turun. 

BMKG juga memprediksi curah hujan secara alami akan terjadi pada minggu kedua bulan November 2026, sehingga hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir maupun di sejumlah wilayah Sumsel merupakan salah satu keberhasilan dari adanya proses OMC.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X