Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, Polisi Pastikan Bukan Korban Perampokan

30 July 2026 19:32

Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Sumarna, seorang petugas keamanan (Satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi misteri. Jasad korban ditemukan tenggelam dengan kondisi tangan terborgol, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus tanda tanya besar bagi pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kepolisian telah mengesampingkan motif perampokan. Hal ini didasari pada temuan barang berharga milik korban yang masih utuh di lokasi kejadian.

“Handphone, dompet, perlengkapan security, bahkan sepeda motor korban ditemukan dalam keadaan utuh. Hipotesa pertama kami, ini bukan masalah perampokan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis, 30 Juli 2026.
 



Kejanggalan lain ditemukan pada alat yang digunakan untuk melumpuhkan korban. Berdasarkan pemeriksaan, borgol yang membelenggu tangan korban bukan milik korban sendiri. Borgol dan kunci milik Sumarna justru ditemukan tersimpan di saku celananya. "Artinya, pelaku membawa borgol sendiri untuk melakukan aksinya," tambahnya.

Berdasarkan hasil autopsi di RS Sartika Asih, ditemukan luka memar otot di bagian leher belakang serta sisi kiri dan kanan. Selain itu, terdapat luka memar di bagian bibir dan hidung korban.

“Kematian diduga terjadi sebelum korban tenggelam. Menariknya, di dalam tenggorokan korban tidak ditemukan benda-benda seperti lumpur atau pasir, yang biasanya ada pada korban tenggelam murni saat masih bernapas," papar Hendra.

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami empat hipotesa utama mengenai motif pembunuhan ini. Salah satu yang paling kuat adalah kemungkinan adanya masalah keuangan atau hutang piutang.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 20 saksi untuk mengungkap siapa di balik aksi keji ini. Meskipun area Waduk Jatiluhur merupakan objek vital dengan 27 CCTV, lokasi spesifik penemuan jasad di Pos 7 diketahui tidak terjangkau oleh kamera pengawas. Polisi kini fokus memeriksa rekaman CCTV dari toko dan warung di sekitar area masuk untuk mengidentifikasi terduga pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X