.,
13 February 2026 11:55
Sebanyak 150 guru dari dari berbagai latar belakang agama dan sekolah negeri berkumpul di Ambon, dalam rangka memperkuat kerukunan di tengah keberagaman. Mereka bertukar pandangan dalam eminar literasi keagamaan lintas budaya yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku bersama Institut Leimena
Seminar tersebut mengangkat tema Penguatan Karakter Bangsa untuk Mendukung Asta Cita dalam Semangat Hidup Orang Bersaudara melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). Program LKLB tak hanya berdampak lokal, tetapi juga telah diakui secara internasional.
Program tersebut kini resmi menjadi strategi ASEAN hingga tahun 2045 untuk membangun kohesi sosial. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menjadikan pendidikan sebagai instrumen strategis demi mencegah konflik berbasis identitas di Maluku.
Baca Juga :
Model pendidikan ini bahkan menjadi rujukan bagi pemerintah Bangsa Moro, Filipina, dan telah meluluskan lebih dari 10.000 pendidik di seluruh Indonesia sejak tahun 2021.
Uniknya, pendekatan di Ambon menggunakan musik sebagai media perdamaian, sesuai predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO. Para guru alumni LKLB bahkan menciptakan lagu bertema perdamaian dalam bahasa daerah.
“Indonesia bisa memiliki juga model inspirasi dari Maluku bagaimana penerapan ini ikut membantu memperkuat karakter bangsa dan juga pencapaian Asta Cita. Demikian pula karena program ini sendiri atau literasi lintas budaya ini sudah menjadi strategi resmi dari ASEAN untuk 20 tahun ke depan,” ujar Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho.