Multi Years Project: Kebijakan Pemprov Sulsel Bangun Fondasi Masa Depan

1 September 2026 18:11

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memacu pembangunan infrastruktur melalui skema Proyek Tahun Jamak atau Multi-Years Project (MYP). Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa pilihan strategi ini diambil untuk menjamin kualitas, ketuntasan pembangunan, serta efisiensi anggaran.

Andi Sudirman mengungkapkan, bahwa proyek-proyek besar seperti pembangunan rumah sakit dan jalan provinsi tidak bisa diselesaikan secara optimal jika hanya menggunakan skema tahun tunggal (single-year).

Menurut Andi Sudirman, waktu satu tahun seringkali tidak cukup untuk membangun fasilitas publik yang kompleks. 

"Untuk kesempurnaan pembangunan, terutama rumah sakit, membutuhkan jangka waktu tahun jamak. Jika pembangunan fisik dilakukan tahun ini namun fasilitas pendukungnya belum siap, maka fungsi bangunan tidak akan maksimal," ujarnya dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 1 September 2026. 

Dari sisi ekonomi, skema ini dinilai jauh lebih efisien. Andi Sudirman memberi perumpamaan bahwa melakukan satu kali lelang untuk proyek senilai Rp500 miliar jauh lebih hemat dibandingkan 10 kali lelang untuk proyek Rp50 miliar. Hal ini meminimalkan biaya administrasi serta biaya mobilisasi dan demobilisasi alat berat yang sering membengkak.

Selain itu, skala proyek yang besar menarik minat perusahaan konstruksi standar nasional untuk masuk ke Sulawesi Selatan. 

"Pembangunannya akan jauh lebih bagus karena dikerjakan perusahaan skala nasional. Namun, kami tetap menyiasatinya dengan mewajibkan local content sebesar 40 persen agar pengusaha dan pekerja lokal tetap terlibat aktif," tegasnya.

Menanggapi isu keadilan distribusi pembangunan, Gubernur Andi Sudirman menekankan bahwa pihaknya menggunakan sistem prioritas berdasarkan Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang tinggi. Artinya, jalan yang paling banyak dilalui masyarakat menjadi prioritas utama.

Selain itu, pemerataan dilakukan melalui pembagian regional yang mencakup 24 kabupaten/kota. Proyek dipaketkan per wilayah, mulai dari regional Selatan, Bosowasi Timur, Tengah, hingga Utara. 

"Ini jauh lebih berkeadilan karena menyentuh seluruh wilayah kewenangan provinsi secara sistematis," tambahnya.

Terkait pembiayaan, Andi Sudirman meyakinkan bahwa skema multi-years justru mengamankan kondisi fiskal daerah. Dengan perencanaan jangka panjang, pemerintah dapat mengatur arus kas (cash flow) secara lebih terukur dan menghindari risiko gagal bayar kepada kontraktor.

Keberhasilan tahap pertama yang mencakup anggaran Rp3,7 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional ini akan segera berlanjut. Gubernur mengonfirmasi bahwa pemerintah provinsi telah menandatangani kesepakatan untuk Multi-Years Project tahap kedua.

"InsyaAllah, kita sudah menandatangani tahap kedua untuk memastikan Sulsel terus maju dan pembangunan yang kita mulai dapat tuntas dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X