Jelang Puncak Arus Balik, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

23 March 2026 16:29

Jakarta: Dalam menghadapi puncak arus balik Lebaran Idulfitri, Korps Lalu Lintas (Korlantas) menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan. Para pemudik juga diimbau untuk tetap berhati-hati di jalan serta memilih waktu perjalanan yang tepat.

Puncak arus mudik Lebaran 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan pada 18–19 Maret, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini kemudian menjadi acuan bagi Korlantas Polri dalam menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus balik.

Korlantas mulai memberlakukan sistem one way lokal tahap pertama pada 23 Maret 2026, dari KM 263 Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Selanjutnya, pada 24 Maret akan diterapkan one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama.

Selain itu, skema one way lokal dan contraflow di wilayah Jawa Tengah (Jateng), seperti ruas Tol Semarang ABC dan Jakarta–Cikampek juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
 

Baca Juga: BPH Migas: Ketersediaan Energi Aman hingga Puncak Arus Mudik

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 dan puncak kedua berlangsung pada 28–29 Maret. Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengimbau masyarakat untuk menghindari tanggal tersebut guna mengurangi risiko kepadatan di ruas tol.

"Dari tanggal 22-23 Maret kami sudah melakukan langkah-langkah strategi. Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya yang saat ini berada di kampung halaman, karena arus puncak baliknya itu tanggal 24, agar tidak kembali pada tanggal itu supaya tidak terjadi penumpukan," ungkap Irjen Pol Agus, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Senin, 23 Maret 2026. 

Di sisi lain, masyarakat juga dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 26–28 Maret untuk memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu perjalanan.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)