Penutupan Selat Hormuz Bentuk Bela Diri Iran Terhadap Serangan Israel-AS

19 March 2026 16:08

Iran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali normal dan penutupannya dianggap sebagai langkah pertahanan diri Iran. Tidak ada niat sama sekali untuk menyerang negara tetangga.

Ghalibaf menegaskan, langkah yang diambil saat ini merupakan bagian dari operasi pertahanan yang sah dan tidak dapat dicabut. Iran punya hak untuk membela diri.

Melalui pernyataannya di media sosial, Ghalibaf juga menekankan mendesak Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menghentikan tindakan serta ancaman terhadap Iran dan kawasan, guna mencegah risiko perang yang makin memburuk.
 

Baca Juga: Trump Ajak Sekutu Kawal Kapel Tanker Masuk Selat Hormuz

Sejak serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari lalu, aktivitas pengiriman di Selat Hormuz nyaris lumpuh. Distribusi minyak di kawasan Timur Tengah turut mengalami hambatan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump beberapa kali meminta negara-negara Eropa serta sekutu lainnya untuk ikut membantu mengawal pengiriman di Selat Hormuz. Namun ajakan tersebut justru mendapat respons negatif.

Hingga akhirnya, Trump menegaskan bahwa AS tidak lagi membutuhkan maupun menginginkan dukungan dari North Atlantic Treaty Organization (NATO) ataupun negara lain.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)